Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Monday, May 16, 2016

Doa Mentari di 17 Mei

17 Mei Puku 1.30 tepat
Pagi ini adalah pagi penyambung hidupku
23 tahun aku menginjakkkan kaki di bumi
6 bulan lagi , 23 akan berganti menjadi 24
Tepat pada bulan November tanggal 10
Angka-angka itu akan berganti dan bertambah
Benar 10 November adalah hari pahlawan
Benar 10 November adalah hari lahirku
Tapi aku selalu bertanya pada diri ini
Apa makna sesunggunya ini
Apa maksud semua ini

Sekali lagi Ku ulang ...
10 November hari pahlawan
10 November hari lahirku
Beban benar ini hari lahirku
Berat benar makna 10 November
Entah mengapa aku dilahirkan
Tepat, tepat pada 10 November

Terkadang aku menangis, terkadang aku tersendu
Aku ingin seperti mereka, aku ingin seperti mereka
Yang bisa mengangkat angka dan bulan ini
Menjadi tokoh yang dikenang
Menjadi tokoh yang tak terlupakan
Dan menjadikan bulan ini tetap Agung

Ya Robbi, Aku tak meminta yang lain, tolong hambaMu ini
Tuk menganggungkan bulan ini
Melalui goresan seni dan sastra
Sehingga kita bisa menyatu
dan memperkuat Dikau
Wahai Bulan November tepat tanggal 10!
Read More

Friday, December 14, 2012

Serangkai Kata

Ibu,
Ayah,
Adek,
Kawan,

Aku ingat ketika ibu selalu merawatku
Aku ingat ketika ayah selalu mendidikku
Aku ingat ketika adek bermain bersamaku
Dan aku juga ingat ketika kita bercanda,
tertawa, sedih, berbagi cerita kawan

Maaf masih belum bisa berkumpul kembali,
Aku pasti pulang dengan kesuksesanku

Terima kasih untuk semuanya,
Mungkin serangakai kata ini tak cukup bermakna
Read More

Tuesday, August 31, 2010

Rodakah ataukah Air?


Terkadang aku berfikir
Terkadang aku termenung
Terkadang aku bertanya
Terkadang juga pikiran membisu

Waktu demi waktu
hari demi hari
Detik berdetik memuncak
geser, bergeser, dan gesekan terus menerus terjadi

Aku melihat bumi berputar
Aku pun melihat bumi mengalir
Tapi aku cari,cari dan cari
Apa sebenarnya hidup?
Apa sebenarnya waktu?

Terkadang ku ibaratkan kehidupan
Terkadang ku ibaratkan waktu
terkadang juga waktu dan kehidupan
Ku ibaratkan dengan Roda

Entah kenapa aku masih bingung!!
Terkadang ku ibaratkan kehidupan
Terkadang kuibarakan waktu
Terkada juga waktu dan kehidupan
Ku ibaratkan dengan Air

Entah kenapa aku masih tak tau
Terkadang ku ibaratkan kehidupan
Terkadang kuibarakan waktu
Terkada juga waktu dan kehidupan
Ku ibaratkan dengan Roda

Selenjutnya seperti itu...
Aku terus-terus bertanya
Terus-terusan membandingkan
Entah kenapa hingga darah memucuk
Hingga wajah memucat
Akupun belum menemukan jawabannya...



post by anagdesa
Read More

Rumput Hijau


Di Sana, Di situ, Di sanalah aku berada
Damai tentram berombak-ombak
Menari-nari hingga menghabiskan waktu
Beribu-ribu helaiku merangkak awan mengalir muda

Di sana adalah kebun, di situ adalah taman, di sanalah aku berada
Terkadang batu terjal menjatuhiku
Terkadang jari-jari kaki menginjakku
Terkadang debu meniupku


Pagi malam ku hidup
Kebanyakan dari mereka tak peduli kami
Kebanyakan dari mereka membenci kami
Mungkin karna takdir itu aku jadi parasit

Kini aku tumbuh tanpa aturan
Tumbuh di berbagai wilayah
Mungkin hanya itu yang bisa ku lakukan
Mungkin hanya itu yang bisa ku nanti
Untuk mencabut nyawa dan tubuhku
post by anagdesa
Read More

Wednesday, August 25, 2010

Sabda Sebuah Krudung


Dahan pohon menutup serabut
Benik benih bertaburan
Sudut segitiga menjadi 1
MElambai seimbang
melambai dikanan melambai di kiri

Oh.. Tuhan,,malam semakin malam dengan bumi
Oh Tuhan... Ya Allah...
Oh Tuhan... Ya Robby...
Mengapa Semakin banyak orang yang meremekanMu, meremehkanNya
Dunia dunia krudungmu tercelup ke dalam air
Oh dangkalkah otak kami
memang sebatas kain tapi lambang kesucianMu

Panas surga dikau
Dingin neraka dikau
Wahai sang krudung
Gemboran" krudung berkobar
Tak sebanding dengan ahklaknya
Ombak krudung tak seimbang dengan tauhidnya
ohh akidah,ahklak,tauhidMu bergonjang


Panjang, pendek , hidup, mati...
Bukan maksud sang krudung berkata...
memang alangkah indah sebuah krudung
tapi apa artinya jika Tuhan terinjak,
apa makna sarung dan peci jika krudung terbuang!

Ini cuma kiasan
Untukmu wahai jubah
Jubah islam wahai sang jilbab
Wahai wanita terhormat
Wahai wanita derajat
Wahai wanita lajang

Sabdah semakin merengut
Sabdah semakin menusuk
Ohh aku yang rendah ilmu
Ohh aku yang bukan religius
Dimataku surgapun jadi lautan api
dan neraga jadi surgakku
Sesungguhnya,sesungguhnya,sesungguhnya dan sesungguhnya
Sesungguhnya Kehormatan
dan kemuliaan seorang wanita,
terletak pada seberapa besar Syari'ahNya



post by anagdesa
Read More

Titihan Sebuah Mimpi


Sebuah mimpi merupakan kiasan dari impian
Beribu-ribu pandangan bertanya-tanya terhadap semua kenyataan
Kenyataan yang berlum pernah terwujud dari sebuah harapan
Mimpi itu terlalu kejam untuk dinyatakan di dunia ini
Dari masa lalu yang pernah bercermin oleh sebuah perjuangan
Soekarno itu pelopor darah merah bertulang putih yang telah dicurahkan

Pernahkan impian seorang anak yang duduk di bangku
Pernahkan memikirkan impian itu
Uang,uang,uang yang slalu menghalanginya
Tahu apa kalian?
Sekali lagi akku bertanya
Tahu apa kalian,
Tentang bangku yang ingin diduduki anak ini?
Cuma sebangku untuk meratapi sebuah ilmu
Mana bisa mimpiku yang tersirat dari anak itu terucap

Mudah sekali buaya-buaya masyarakat memakan mimpi rakyat
Itu mimpi yang berguna, itu mimpi yang belum pernah di dapat
Cendela terbuka perlahan dari sebuah ruangan
Aku memandang di depan sebuah ruangan itu
Setetes air mata hingga beribu terucap
Bukan, bukan hanya itu
Tapi darah juga melubar hingga sungai meluap
Seorang anag memandang perjalanan hidupnya
Tanpa ada bayangan sebuah rembulan

Apa ini mimpi, apa ini mimpi?
Apa ini kenyataan, apa ini mimpi dari kenyataan?
Apakah ini mimpi, apakah ini kenytaan dari mimpi?
Mungkin benar para buaya itu tidak pernah melihat kami
Ini bumi kami! Bumi di mana kami lahir
Mana hak asasi yang diperjuangkan
Munir menangis, Chairil Anwar bunuh diri mendengarnya
Mana mimpi kami yang terbang dalam mimpi
Titihan kami menjadi sebuah mimpi untuk tanah kami

Dari sudut sebuah kaca transparan menyorot senter
Sebuah baju itu berwana abu-abu bersenjatakan sebuah marker
Beliau berkata,
Hidup kita harus dinamis, hidup kita harus statis seperti rumus Fisika
Entah aku tak tau maksud itu… sungguh aku tak tau
Mungkin kalian tahu.. mungkin kalian tau apa maksud ini semua
Ini bukan realita, juga bukan cerita

Beribu-ribu anak bertabur kain bekas
Ingin meluapkan sebuah perahu menuju fajar
Di mana fajar akan menimbulkan sinar memancar
Memancarkan luapan hati sang pemimpi.
Di tanah kita
Tanah kelahiran kita
Di darah dan tulang tercinta



post by anagdesa
Read More

Sudut Harapan Hidup


Kita harus siap dengan apa pun yang akan terjadi
Ini kehidupan nyata
Apa pun bisa terjadi
Kalau Anda seperti itu, Anda akan selalu putus harapan
Kita harus bangun
Tak usah Anda melihat jauh,
Lihat di sekitar Anda masih bnyak orang yang menyayangi kita
Carilah faktor mengapa ada sebagian orang tidak meyukai Anda
Ubahlah menjadi fajar yang menyinar
Ini tantangan hidup, siapa yang kuat dia yang akan jadi pemenang
Terus terang Saya orang gila tanpa pendidikan,
Saya memahami makna hidup
Itulah kunci sang juara

Mungkin Anda juga mengira dunia adalah penjara Anda
Tapi Apakah di Penjara Anda tidak bisa makan??
Apakah di penjara Anda tidak bisa bernafas???
Seharusnya Anda itu senang!
Mati, atau hidup masih bisa dirasakan
Coba Anda bayangkan, bila suatu nanti Anda terbunuh…
Ya Sudahlah
Mungkin Anda Berada di dalam kubur
Tinggal bersama sebuah tanah dan kain kafan atau peti mati

Memang Anda pernah berfikir dan selalu berpendapat
Tapi semua itu bodoh, semua itu bohong
Saya sebagai penyair, buatlah kiasan harapan kita semua
Kalau saya guru, Sukseslah anak-anaku!
Memang benar semua ini untuk sementara tapi Anda harus bisa
Terus terang saya penyair, Penyair Nusantara
Ini keunggulan saya, tpi sya bermimpi menjadi penyair amaritan
Itu mimpi saya, apakah ini dunia clasik dimensi bawah saya?

Anda belum pernah mengenal saya
Mungkin Anda belum pernah bertemu saya
Mungkin Anda juga belum pernah melihat saya
Sebenarnya Anda di dekat saya
Anda sudah pernah membaca semua karya saya
Bertahun-tahun lamanya saya mati
Bertahun-tahun lamanya saya sembunyi
Dan sepuluh tahun saya kembali di sini
Tahukah Anda siapa saya
Saya adalah Chairil Anwar
Bodoh mata kalian sudah tertutupi oleh tipuan syair

Bola mata kehidupaku direbut, jantung dirampas oleh Belanda
Ini Aku Merah Putih
Omong kosong merah darahku
Omong kosong putih tulangkku
Bodoh, bodoh, bodoh
Di mana hati nurani kalian? Lihat lebih dekat!
Seorang guru selalu memandang muridnya
Tapi saya memandang Tulang kosong

Saya tidak bisa berkata apa-apa
Semua ini semburat, Hancur
Entah apa yang harus saya tulis untuk anak cucu
Mata merah menetes air surga
Neraka pun jadi api dalam hati
Tahukah Belanda adalah Jepang, Jepang adalah Asia,
Belanda adalah Sekutu dan Asia Adalah Sekutu
Mereka semua sama saja
Kami Merah Putih Indonesia
Berpatokan sebuah lambang Garuda, Bhinekka Tunggal Ika
Akan memperjuangkan negeri ini
Bercerai kita runtuh, bersatu kita teguh itu langkah saya
Tapi tanah ini
Merah Putih ini
Dan Indonesia ini milik orang Sabang sampai Meraoke
Ehm, Taukah Anda dan taukah saya?
Ini kehidupan Merah Putih
Ini kehidupan kita bersama
Memandang harapan bangsa


post by anagdesa
Read More